Minggu, 03 Februari 2013

KEKUATAN PIKIRAN ANAK

THE MIRACLE OF MIND POWER FOR CHILDREN

 Teknik Mind Power ini didasarkan pada temuan ilmiah yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang esensinya paling murni dan terdalam adalah energi. Dinding di rumah anda, pakaian yang anda gunakan, buku di tangan anda, pada level yang paling dasar sesungguhnya sedang memancarkan energi. Demikian pula pikiran kita juga memancarkan energi yang sama, dan dengan sendirinya merupakan kekuatan dahsyat. Pikiran terus menerus berusaha menemukan bentuk, selalu mencari jalan, selalu berusaha memanifestasikan diri ke dalam kesejajaran fisikalnya. Pikiran adalah kekuatan paling dahsyat, oleh karena itu teknik Mind Power atau kekuatan pikiran dapat diajarkan pada anak sedini mungkin.
Mengajarkan Mind Power kepada anak – anak itu sama halnya dengan mengajarkan hal – hal lainnya. Pahami materi anda dan kemukakan dengan jelas dan penuh semangat. Lebih dari itu anda harus bersabar. Berusaha memaksakan pelajaran Mind Power dengan cepat justru bisa menjadi pengalaman negatif. Meluangkan waktu dan ruang untuk “pelajaran – pelajaran”itu akan membuat teknik ini terasa lucu. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah “Teachable Moment”, yakni saat – saat anak mudah menerima pelajaran. Saat – saat ketika anak memiliki perhatian paling baik, siap dan bersemangat untuk mendengar langkah, petunjuk, atau informasi berikutnya yang akan mengantarkan pada beberapa wawasan atau tindakan. Teachable Moment biwsa muncul kapan saja ketika anda tidak menduganya. Teliti waktu – waktu reseptif anak  - anak anda, karena ia bisamenjadi momen pendidikan yang sangat bernilai.
Ada 4 teknik dasar yang digunakan dalam mengajarkan Mind Power, yaitu :
1.       AFIRMASI
Ø  Pernyataan singkat sederhana yang kita ulang – ulang baik secara internalataupun denga suara keras, yang bisa mengarahkan pikiran mereka kepada sebuah tujuan tertentu.
Anak – anak senang mendengar pernyataan – pernyataan positif tentang kecakapan dan kemampuan mereka, khususnya jika diucapkan dengan keras oleh orang – orang yang mereka cintai dan hormati. Ketika anak semakin berkembang dan bahasanya juga semakin bertambah, mereka kan belajar menggunakan afirmasi sendiri untuk mengarahkan pikiran mereka untuk menggambarkan hasil yang di inginkan.
Misalnya, jika anak anda khawatir dengan tes yang akan dia jalani, anda bisa mengajarkan mereka agar mengulang pernyataan, “Aku akan mengerjakan ujian dengan baik.... aku akan mengerjakan ujian dengan baik ..... aku akan mengerjakan ujian dengan baik”. Dengan mengucapkan pernyataan ini berkali – kali selama beberapa menit, pikiran akan tergiring untuk memikirkan “mengerjakan dengan baik” sehingga Afirmasi dapat mempengaruhi tindakan.
Ø  Tips dalam menggunakan Afirmasi
1.       Usahakan afirmasi itu singkat dan sederhana. Kalimat atau pernyataan singkat adalah yang paling efektif.
2.       Selalu buat pernyataan anda bernada positif. Jangan menggunakan kata tidak, seperti “saya tidak bodoh”, anda dapat menggantinya dengan afirmasi baru seperti “aku pintar”.
3.       Jangan beranggapan anda harus memaksa dirianda meyakini afirmasi ketika mengucapkannya. Sesungguhnya yang terjadi justru sebaliknya. Hanya dengan mengulang – ulang afirmasi itu, ia secara natural akan berpengaruh. Kekuatan magis afirmasi adalah ia bekerja secara otomatis, tanpa perlu meyakininya.
4.       Afirmasi perlu sering diulang, hingga ia menjadi pikiran pertama anak anda dalam sebuah situasi tertentu. Dorong anak anda untuk mengatakannya lagi dan lagi. Anda juga bisa ikut terlibart dalam afirmasi dengan mengucapkannya bersama – sama.

2.       VISUALISASI
Ø  Teknik visualisasi adalah teknik sederhana dengan menciptakan sebuah gambaran dalam pikiran bahwa anda sedang memiliki atau melakukan apa yang anda inginkan.

Visualisasi adalah teknik yang paling menarik bagi anak  karena teknik ini memanfaatkan imajinasi aktif yang telah dimiliki secara positif. Apakah itu lulus dalam ujian atau memiliki teman baaru, teknik ini bisa digunakan dan akan membuahkan hasil yang sangat menakjubkan.
Anak secara natural memiliki fantasi, impian dan memproyeksikan dirinya ke dalam situasi yang tidak diketahui. Karenanya memperkenalkan konsep visualisasi sangatlah mudah. Bukankah ini sekedar mengajarkan apa yang perlu dikerjakan, mengarahkan imajinasi merekayang sebelumnya telah berkembang ke dalam sebuah penggambaran hasil yang positif ?
Anda bisa dengan mudah memperlihatkan kepada anak anda bagaimana efektifnya pikiran menerima apapun gambaran yang kita berikan. Duduklah bersama dan berlatihlah, melukis sebuah gambar dalam pikiran anda. Anda berdua bisa menutup mata dan sedikit membuat permainan.
Ø  Tips dalam menggunakan Visualisasi
1.       Pastikan anak anda memvisualisasikan tujuan mereka seolah saat ini sedang mereka alami.  Cek bahwa kosakata dan imajinasi yang digunakan itu mendukung energi untuk imajinasi yang seolah – olah sedang terjadi. Ingat, memvisualisasikan sesuatu sebagai peristiwa di masa depan akan membuat tujuan itu berada di masa depan. Hal ini memang hanya sekedar sebuah perbedaan tipis, namun amat sangat penting.
2.       Dorong mereka memasukkan detail – detail dan perasaan mereka ke dalam visualisasi. Jika mereka merasa positif dan semakin baik setelah berlatih, berarti mereka melakukannya dengan benar.
3.       Selalu visualisasikan hasil sebuah tujuan sebagai sesuatu yang telah terjadi. Seringkali visualisasi menjadi nyata dengan cara yang ajaib dan mengejutkan. Karenanya, cara yang paling baik adalah melakukan latihan tersebut tanpa mencemaskan bagaimana hal tersebut akan terjadi.
4.       Melakukan visualisasi bisa melibatkan segala hal mulai dari proses yang perlahan – lahan, hingga dengan kecepatan tinggi. Kadang – kadang anak anda memerlukan sejumlah pemutaran ulang dan beberapa proses editing sebelum imajinasi yang divisualisasikan terasa dan terlihat tepat.
5.       Anak anda bisa melakukan visualisasi dengan mata terbuka atau tertutup. Kedua metode ini sama – sama bisa digunakantergantung kesukaan dan kemampuan anak.
6.       Ingatkan anak anda untuk mengulang visualisasi sesering mungkin.


3.       PENGHARGAAN

Penghargaan dan pujian adalah teknik yang membantu anak – anak merasa berharga dan spesial. Kita melakukannya dengan memperhatikan bidang – bidang dimana mereka berhasil meraih sukses baik saat ini maupun sebelumnya. Mengingatkan anak tentang prestasi mereka akan meningkatkan kepercayaan diri dan menguatkan kembali harga diri mereka. Ini menciptakan getaran kesuksesan dan kepercayaan diri terhadap hidup mereka, dan mengilhami mereka menghadapi tantangan – tantangan baru dengan penuh semangat.

Anak – anak yang dicintai secara tulus dan sering diberi penghargaan, akan merasa aman, kuat dan memiliki semangat untuk melangkah pada situasi yang tak terduga. Kreatifitas, intelejensi, dan emosi mereka akan berkembang. Mereka akan merasa special, berharga dan memiliki kepercayaan diri untuk menjelajahi tantangan yang lebih besar, yang pada gilirannya rasa percaya diri tersebut memperluas perkembangan kepribadian mereka lebih lanjut.

Pengakuan dan Penghargaan bisa dilakukan sebelum anak lahir, dan terus berlanjut mulai hari pertama anak anda lahir hingga sepanjang hidupnya. Sambut kelahiran anak anda di dunia, dengan mengatakan kepadanya betapa dia sangat special dan betapa anda sangat mencintainya. Undanglah orang – orang yang akan memainkan peran penting dalam kehidupan anak andauntuk membicarakan penghargaan mereka terhadap anak yang baru lahir. Hal ini akan mengundang keberkahan yang akan mendukungnya sepanjang hidup. Otak anak anda yang masih bayi, akan mengakses dan menyimpan informasi tersebut dalam memorinya di masa – masa selanjutnya. Alam bawah sadarnya akan mengambil semua energi tersebut.

Jangan pernah menyepelekan pengaruh pikiran, perasaan dan kata – kata kita terhadap alam bawah sadar anak – anak kita. Kemampuan ini memungkinkan orang tua dan pendidik memiliki kesempatan emas untuk menanamkan perasaan berharga ( self – worth ) yang positif dan abadi dalam diri anak sejak usia yang sangat dini. Pada tahap awal perkembangannya, kita bisa memberi anak kita perasaan berharga dan keunikan, yang dengan begitu akan membantunya membangun sebuah self – image yang akan memungkinkan dirinya mengatasi berbagai tantangan, kegagalan maupun kritik.

Ø  Tips Bagaimana Memberi Penghargaan
1.       Gunakan keseimbangan dan kreatifitas ketika memberikan penghargaan. Kelayakan anak – anak kita tidak hanya dikaitkan dengan prestasinya sebagai bintang atau betapa sukses mereka melakukan sesuatu. Partisipasi, usaha dan kebahagiaan, sama – sama penting dan layak mendapatkan penghargaan.
2.       Penghargaan digunakan untuk membantu anak anda merasa nyaman dan bahagia dengan hidup mereka saat ini.
3.       Penghargaan meliputi tindakan memperhatikan aktifitas dan aksi.
4.       Cobalah anda kreatif dengan metode yang anda gunakan. Terkungkung pada satu model metode penghargaan, meskipun bermanfaat, tidak akan sama efektifnya jika anda menggunakan berbagai model yang berbeda dalam membangun harga diri anak anda.
5.       Terlebih dahulu sebaiknya anda menghargai diri anda sendiri terlebih dahulu secara teratur.



4.       MENYINGKIRKAN PIKIRAN NEGATIF

Pikiran – pikiran negatif bisa muncul di manapun dan pada masalah apapun. Bahkan anak yang paling positif pun, kadang merasakan keraguan dan kecemasan, sementara anak yang negatif akan terjatuh pada pola keraguan yang terus menerus.
Keraguan terjadi ketika pikiran memproyeksikan ssituasi yang akan datang, dan kita mulai membayangkan berbagai hal yang akan berlangsung dengan buruk. Sekalipun benar bahwa mengantisipasi kemungkinan yang akan datang dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya bisa sangat bermanfaat, namun jika dibiarkan tak terkontrol, fantasi ini bisa dengan mudah menjadi liar dan tak terkendali.

Pikiran negatif juga bisa muncul karena memikirkan pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, misalnya ketika kita gagal atau merasa sedih. Mengingat tipe – tipe pemikiran semacam ini jelas akan melemahkan semangat kita.
Itulah realitas menyedihkan dari pemikiran negatif. Imajinasi yang kita pikirkan terus menerus, baik positif atau negatif, merefleksikan kondisi yang cenderung kita tarik dan wujudkan dalam hidup kita. Latihan menyingkirkan pikiran negatif adalah proses yang sangat bermanfaat. Bicarakan dengan anak anda tentang perbedaan antara pikiran positif dan negatif. Dengarkan, beri komentar dan betulkan kesalahan konsepsi mereka. Lalu simpulkan bersama – sama bahwa pikiran positif itu selalu lebih baik.

Ø  Tips Untuk Menyingkirkan Pikiran Negatif
1.       Teliti kapan anak anda mengekspresikan kecemasan. Ajari mereka bagaimana mentransformasikan pikiran negatif yang mengganggu itu menjadi harapan positif.
2.       Berikan contoh kepada anak anda dengan menggunakan teknik – teknik tersebut untuk mengatasi keraguan dan negatifitas anda sendiri.
3.       Ketika anak anda cemas, sarankan dan ingatkan ia untuk menggunakan salah satu teknik pemecahan. Pengingat yang membantu seringkali bisa membuat semuanya berbeda.
4.       Anak –anak kita harus bahagia sepanjang waktu.
5.       Menanamkan kebiasaan emosional yang sehat sejak dini dalam kehidupan anak anda akan membuat mereka lebih sering memilih emosi positif.

Lakukan satu langkah saat ini juga. Melalui berlatih, pemahaman anda tentang kemampuan pikiran untuk memanifestasikan berbagai perubahan dalam diri anda dan kehidupan anak anda akan menjadi dunia kedua. Sesungguhnya, anak –anak kita mungkin akan melakukan perubahan ini lebih cepat dari yang kita lakukan, karena mereka tidak di kondisikan dengan carra berpikir ‘lama’ seperti yang kita alami dalam jangka waktu lama. Sebagai orang tua, kita meneliti keyakinan dan nilai apa yang ingin disadari anak – anak kita, dan kita berusaha memberikan wawasan itu. Anak – anak kita akan mendapat keuntungan dari visi positif kesejahteraan, kepercayaan diri dan kedermawanan. Kecerdasan kita akan membuahkan hasil.
 MARI JADIKAN ANAK KITA GENERASI YANG POSITIF!!!!!!


 disadur dan dirangkum dari  
The Miracle of Mind Power for Children by John K – Nancy F

QUOTE  FOR THIS NOTE :

“  anak – anak yang diberi kesempatan untuk membantu orang lain cenderung menjadi lebih bermanfaat dalam kehidupan mereka sehari – hari. Khususnya, jika efek kebaikan mereka terhadap orang yang mereka bantu secara spesifik diperlihatkan kepada mereka. “
                                                                                                                Dr. Ervin Staub, Universitas Massachusetts.

“ ketika aku menimang bayiku yang baru lahir di lengan, aku berpikir bahwa apa yang aku ucapkan dan lakukan terhadapnya akan berpengaruh tidak hanya padanya tetapi juga semua orang yang bertemu dengannya, tidak hanya dalam sehari atau sebulan atau setahun, tetapi selamanya “
                                                                                                                Rose Kennedy

“ anak – anak itu memang tidak cukup cermat dalam mendengarkan kata – kata orang tua, tetapi mereka tidak pernah gagal dalam meniru orang tua “
                                                                                                                James Baldwin









Sabtu, 26 Januari 2013

Hujan dan Impian


HUJAN DAN IMPIAN




Rinai hujan basahi aku, temani sepi yang melanda,

Kala aku mengingatmu, dan semua saat manis itu,

Segalanya seperti mimpi, kujalani hidup sendiri,

Andai waktu berganti, aku tetap takkan berubah,

Aku selalu bahagia saat hujan turun, 

karena aku dapat mengenangmu untukku sendiri

Selalu ada cerita tersimpan dihatiku,

Tentang kau dan hujan

Tentang cinta kita yang mengalir seperti air,

Aku selalu bahagia saat hujan turun, 

karena aku dapat mengenangmu untukku sendiri

Aku bisa  tersenyum sepanjang hari 

karena hujan pernah menahanmu disini untukku,

 

 HUJAN DAN IMPIAN ....

Di negeri ini agaknya hujan memang membawa inspirasi tersendiri bagi para penikmatnya, bukan hanya utopia yang memiliki lagu hujan, Sheila on 7 pun juga memiliki, Armada, Jikustik dan masih banyak yang lain lagi.

Memang seringkali hujan membawa kenangan tersendiri bagi para penikmatnya. Tetapi bisa juga membawa penderitaan bagi yang  tidak mengharapkannya.

Kalo buat aku sih hujan tetap saja hujan yang membawa kesenangan, tapi yang paling cocok buat backsound nya saat hujan ya tetep lagunya uthopia,

Pengen deh rasanya, lihat hujan dari dalam rumah yang  di kelilingi sawah ,diluar rumah banyak anak –anak yang bermain dengan hujan, ngedengerin suara gemerincik air dan nyanyian katak, sambil nulis atau merenung, ditemani secangkir capucino hangat dan beberapa sisir pisang goreng, tapi tetep dengan samar – samar backsound lagu hujannya uthopia…

Oh betapa indahnya hidup jika semua terwujud, ya rumah yang asri dengan interior rak rak yang berisi buku, dan dipenuhi mainan anak – anak, serta landscape persawahan, dimana sejauh mata memandang hamparan hijau membentang.

Sejauh hati menikmati tergambar nyata sendau gurau anak – anak yang bermain dengan keceriaan, itulah rumah yang sangat cocok untuk menikmati hujan.

Hujan oh hujan membawa kenangan dan impian yang mendalam dihatiku,, semoga dengan turunnya hujan yang intens di bulan ini, juga membawa dan mewujudkan doa ku untuk mengalir dengan cepat.

Sehingga aku dapat menikmatimu hujan dengan ketenangan jiwa,,,

Kamis, 24 Januari 2013

TRUE LOVE

True Love, dua kata yang mungkin tak akan pernah ada habisnya untuk dibicarakan.
Apalagi buat mereka yang lagi mulai mengenal hubungan percintaan lintas gender di dunia.
ahhhh... sungguh kata yang tak akan pernah ada habisnya untuk digambarkan.
lalu apa sebenarnya definisi True Love???

 Seorang teman  mengatakan bahwa  
" Love is a thing, being loved is another thing. Loved by someone , we love is everything."

akan tetapi saya lebih senang untuk mengatakan bahwa  
" Love is about sharing and caring for everyone and everything to make they happy"

sedangkan menurut perbendaharaan bahasa True Love dalam bahasa Indonesia merupakan gabungan dari 2 kata yaitu Cinta dan Sejati.
Cinta dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia yang disusun oleh Drs. M. Kasir Ibrahim berarti rasa sangat kasih dan sayang ataupun menyukai.
sedangkan Sejati berarti asli, tulen atau murni.
Dengan demikian Cinta Sejati jika digabungkan dalam  bahasa dapat diartikan sebagai rasa kasih sayang yang asli, murni atau tulen. Itulah arti Cinta Sejati atau True Love dalam perbendaharaan kata.

lalu bagaimana kah arti cinta sejati itu sebenarnya?

mungkin dari cerita berikut dapat kita petik sebuah makna dan arti dari cinta sejati,
Pada suatu hari Aristoteles bertanya pd Gurunya : “Apakah Cinta Sejati itu?” Guru: Berjalanlah lurus di taman Bunga yang Luas, Petiklah 1 bunga yang Terindah menurutmu, Dan jangan pernah berbalik ke belakang !

Read more at: http://www.ruanghati.com/2011/04/10/arti-cinta-sejati-renungan-pencarian-makna-cinta-yang-sebenarnya/
Pada suatu hari Aristoteles bertanya kepada gurunya "Apakah arti cinta sejati itu sebenarnya?"
Gurunya pun menjawab " berjalanlah lurus di taman bunga yang luas, petiklah 1 bunga yang terindah menurutmu, dan jangan pernah berbalik kebelakang."
Kemudian Aristoteles melaksanakannya, namun ia kembali dengan tangan hampa.
Guru  :  Mana Bunganya ?
Aristoteles :  Aku tidak bisa mendapatkannya, sebenarnya aku telah mendapatkannya, akan tetapi aku berpikir mungkin di depan sana ada yang lebih bagus lagi, namun ketika aku telah sampai di ujung taman, aku baru tersadar bahwa bunga yang telah aku temui tadi adalah yang terbaik, tetapi aku tidak bisa kembali kebelakang,,,"
Guru  : Seperti itulah cinta sejati,
semakin kau mencari yang terbaik, semain kau tak bisa menemukannya,
jika kau sudah menemukan cinta dan terikat dalam sebuah hubungan, janganlah sekali - kali mencoba untuk memalingkan hati, karena itulah awal sebuah kehancuran.
Jangan pernah mengabaikan cinta yang sudah kau raih,  hanya karena pesona cinta semu di sekitarmu, karena itu hanya permukaan saja yang kau lihat,
perhatianmu kepada cinta yang lain, biasanya melebihi cinta yang telah kau dapat, itulah yang mengawali perselingkuhan hati, hentikan jika itu sudah merasukimu, kembalilah kepada keabadian cintamu.

Cinta seperti ungkapan cerita di atas menurut saya bukanlah cinta yang betul - betul sejati. Mungkin di dunia ini hanya ada 2 cinta yang betul - betul sejati yaitu cinta Sang Pencipta dan cinta Seorang Bunda. Karena Cinta mereka akan selalu ada di sepanjang jalan. tidak hanya di belakang atau pun di depan.

Namun demikian adanya arti Cinta Sejati hanya hati kita masing - masing yang mampu memaknainya. tetapi akan lebih baik jika kita memaknai cinta sejati tidak hanya dengan hati, akan tetapi logika harus selalu mengikuti.


sebenarnya aku telah menemukannya, tpi aku berfikir, didepan ada yang LEBIH Bagus lagi….ketika aku telah sampai di ujung taman, aku baru sadar bahwa yg aku temui pertama tadi adalah yang terbaik, tapi aku tidak bisa kembali lagi ke belakang…

Read more at: http://www.ruanghati.com/2011/04/10/arti-cinta-sejati-renungan-pencarian-makna-cinta-yang-sebenarnya/



Pada suatu hari Aristoteles bertanya pd Gurunya : “Apakah Cinta Sejati itu?” Guru: Berjalanlah lurus di taman Bunga yang Luas, Petiklah 1 bunga yang Terindah menurutmu, Dan jangan pernah berbalik ke belakang !

Read more at: http://www.ruanghati.com/2011/04/10/arti-cinta-sejati-renungan-pencarian-makna-cinta-yang-sebenarnya/

Rabu, 23 Januari 2013

ABK dan INKLUSI

Bukan hal yang baru dalam masyarakat kita, bila Anak - anak Berkebutuhan Khusus ( ABK ) di anggap sebagai beban dan terbelakang. mereka di anggap tidak dapat mengurusi diri mereka sendiri, apalagi untuk bersosialisasi dan menjalankan tugasnya dalam kehidupan bermasyarakat.
Tetapi apabila kita sebagai masyarakat mau melihat dan mengenal lebih dalam tentang ABK, maka kita kan dapat melihat kemandirian dan semangat yang luar biasa dari dalam diri mereka dalam menjalani kehidupan.
Hal ini dapat terjadi karena pembentukan karakter kemandirian yang telah dibentuk oleh sekolah Luar Biasa yang menanungi mereka.
Sekolah bagi ABK cenderung di fungsikan sebagai rumah utama, dibandingkan dengan rumah mereka sendiri. Hal ini cenderung di sebabkan karena di sekolah mereka merasakan perasaan senasib, mendapatkan perlakuan yang sama, dan memperoleh perhatian yang luar biasa dari semua pihak yang ada di sekolah.
Hal tersebut sebetulnya bukanlah hal yang baik bagi perkembangan psikologis ABK. Lalu bagaimanakah lingkungan yang baik dan menyehatkan untuk perkembangan psikologis ABK ?

Sebetulnya  untuk membentuk lingkungan yang baik dan menyehatkan bagi perkembangan psikologis ABK hanya ada satu kata kunci yaitu INKLUSI.

Untuk memulai membentuk lingkungan inklusi mungkin kita sebagai orang tua dan pihak -pihak yang terkait dengan ABK, dapat melakukan beberapa langkah yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar, antara lain ;

1. KELUARGA
 sebagai orang tua ABK kita tidak boleh memberikan perlakuan berat sebelah, merasa kasihan dan terlalu sayang kepada ABK. anggaplah ABK seperti anak pada umunya,  jangan berikan keistimewaan perlakuan kepada mereka. Kita juga dapat menerapkan sistem Reward and Punishment. jika memang ABK melakukan tindakan yang salah maka berikanlah Punishment, tetapi yang perlu di ingat jangan berikan bentuk punishment dalam kekerasan. demikian juga sebaliknya, apabila ABK berhasil melakukan suatu tugas, berikan mereka reward sehingga mereka merasa di hargai dan termotivasi.
Dalam keluarga sebaiknya dibentuk komunikasi yang menyenangnkan antara ABK dengan semua anggota lain, sehingga ABK tidak merasa teristimewakan ataupun terasingkan.  

2. SEKOLAH
Pada tahap inilah masa depan ABK mulai dibentuk. Kita sebagai orang tua sebaiknya memilih sekolah dengan lingkungan yang nyaman dan mampu menggali potensi yang ada pada diri ABK.
Mungkin SLB adalah sebuah jawaban, kita dapat memilih Sekolah Luar Biasa, sesuai dengan kebutuhan anak. Di SLB ini potensi dan bakat ABK dapat digali sesuai dengan kemampuan mereka. Kita sebagai orang tua dapat membentuk sinkronisasi komunikasi dengan pendidik di SLB, sehingga kita dapat mengetahui sejauh mana perkembangan anak kita.
Disini peran pendidik di SLB sangatlah penting, karena mereka yang memiliki kemampuan untuk mengajarkan karakteristik dasar ABK.
Namun demikian menyekolahkan ABK di SLB bukanlah satu - satunya pilihan yang tepat. Menyekolahkan ABK disekolah umum dengan model pendidikan Inklusi adalah pilihan lain yang lebih menjanjikan bagi perkembangan psikologis ABK.
Hal pertama yang mungkin dapat kita lakukan adalah menyekolahkan ABK di SLB untuk membentuk karakteristik dasar dan menggali potensi mereka. Kita dapat melakukan konsultasi secara intens  dan lebih mendalam dengan para pendidik di SLB untuk mengetahui potensi dan kesiapan ABK untuk menjalani sekolah inklusi.
Sebisa mungkin kita meminta para pendidik di SLB untuk memantau dan bila perlu melakukan pendampingan di sekolah tujuan inklusi. Selain itu mintalah sekolah tujuan inklusi untuk dapat bekerja sama dengan SLB dimana ABK dulu bersekolah.
Namun demikian menyekolahkan ABK di sekolah inklusi bukanlah hal yang mudah dan tanpa kendala.



Kamis, 15 November 2012

Orientasi dan Mobilitas bagi Tuna Netra

Orientasi dan Mobilitas

Kemampuan mobilitas yang tinggi merupakan hal yang banyak diinginkan setiap individu, tidak terkecuali bagi mereka penyandang disabilitas khususnya ketunanetraan. Dalam hal mobilitas tentunya seorang penyandang ketunanetraan mengalami keterbatasan yang sangat mengganggu mobilitas mereka.

Namun seorang Tunanetra dalam bergerak dan berpindah tempat mempunyai teknik dan cara yang efektif untuk sampai pada lingkungan dan objek yang diinginkan.

Teknik ini oleh tunanetra biasa disebut teknik orientasi dan mobilitas.

Berikut ini akan kami paparkan teknik dan tata cara orientasi dan mobilitas
 1.            Orientasi
Orientasi adalah  teknik penempatan diri dan pengenalan objek – objek yang berada dalam lingkungan sekitar seorang tunanetra dengan menggunakan indera – indera lain yang masih berfungsi.
Secara umum orientasi merupakan proses berpikir dan mengolah informasi yang diperoleh dari lingkungan atau objek yang dituju oleh seorang tunanetra.
Dalam proses berpikir dan mengolah informasi ini terdapat lima langkah yang biasa disebut proses kognitif, yaitu :
a.  Persepsi             :             proses asimilasi data dari lingkungan dan objek yang dituju dengan memanfaatkan indera – indera lain yang masih berfungsi, seperti penciuman, perabaan, persepsi kinestetis atau sisa penglihatan bagi penyandang low vision.
b.  Analisis           :                 proses pengelompokan data yang diterima ke dalam beberapa kategori berdasarkan ketetapan, keterkaitan, keterkenalan, sumber, jenis dan jumlah sensorisnya.
c.  Seleksi             :                proses penyortiran data yang telah dianalisis dan diperlukan dalam melaksanakan orientasi sehingga memberikan gambaran situasi lingkungan dan objek yang akan dan sedang dituju.
d.  Perencanaan   :                proses merencanakan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mencapai lingkungan dan objek yang dituju setelah diperoleh hasil seleksi.
e.  Pelaksanaan   :                proses melakukan hasil perencanaan dalam suatu tindakan untuk mencapai lingkungan dan objek yang dituju.
Untuk dapat memanfaatkan hasil proses kognitif dengan efektif, maka seorang tunanetra harus memiliki pemahaman secara mendalam mengenai fungsi – fungsi komponen khusus dalam orientasi, seperti :
1.    Land Mark
Penandanaan dan pencirian medan melalui bau, suara, suhu, dan petunjuk lain yang mudah dikenali tetapi bersifat menetap dan telah diketahui sebelumnya.
2.    Clue
Petunjuk dan atau rangsangan  suara, bau, perabaan, kinestetis, atau visual yang bersifat menetap ataupun bergerak sehingga dapat mempengaruhi penginderaan dan memberikan informasi kepada seorang tunanetra untuk dapat menentukan posisi dirinya ( garis pengarah ).
3.    Indoor Numbering System
Pembentukan pola dan susunan nomor – nomor ruangan dalam suatu bangunan, biasanya titik awalnya dimulai dengan ruangan yang berdekatan dengan pintu utama atau persimpangan gang / jalan.
4.    Measurement
Proses mengukur dengan menggunakan alat untuk menentukan suatu dimensi secara pasti ataupun perkiraan dari suatu objek atau ruangan.
5.    Compass Direction
Proses penentuan letak suatu objek dan ruangan dengan menggunakan empat arah mata angin, yaitu barat, timur, utara dan selatan.
6.    Self Familiarization
Proses pengakraban diri seorang tunanetra dengan ruangan atau objek dengan menggunakan 5 komponen khusus orientasi yang tersebut di atas.

2.            Mobilitas
Mobilitas adalah kemampuan seorang tunanetra dalam bergerak dan mengenali objek dalam lingkungannya.
Karena mobilitas berhubungan secara langsung dengan perpindahan fisik, maka kesiapan fisik seorang tunanetra menentukan keterampilannya dalam melakukan mobilitas.

Tujuan akhir dari program Orientasi dan Mobilitas adalah agar tunanetra dapat mengenali dan memasuki setiap lingkungan dan objek baik yang sudah dikenal maupun lingkungan baru dengan aman, mandiri dan fleksibel.

Oleh karena itu tugas pengenalan teknik Orientasi dan Mobilitas bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab guru sekolah tetapi juga wajib menjadi perhatian khusus bagi keluarga, teman, kerabat, dan masyarakat pada umumnya. Dengan perhatian khusus ini diharapkan dalam kehidupan kita dapat terwujud masyarakat yang inklusif dan dapat menerima segala perbedaan.